Mesti Tahu! Surat Tilang Warna Biru dan Merah, Ini Perbedaannya


Jaditahu.id
| Bagi kalian pengguna kendaraan bermotor di jalan raya diwajibkan menaati segala peraturan lalu lintas. 

Semua peraturan lalu lintas telah diatur dalam Undang-Undang yang meliputi pengendara harus memakai alat keselamatan helm, membawa surat-surat kelengkapan SIM dan STNK dan tertib lalu lintas.

Namun jika melanggar, pengendara akan dikenakan sanksi berupa tilang oleh polisi. Dalam Undang-Undang, sanksi tilang bagi pelanggar lalu lintas akan dikenakan sanksi berupa denda atau hukuman kurungan.

Biasanya petugas polisi lalu lintas bila menemukan pelanggar akan melakukan penilangan dan akan diberikan surat tilang. 

Untuk itu, bagi kalian yang belum paham, simak ulasannya arti dari warna dari surat tilang.

Surat Tilang Warna Biru

Ini bakal diberikan bagi pengguna jalan yang terbukti melakukan pelanggaran dan mengakui kesalahannya. Itu artinya, surat tilang ini diberikan kepada pelanggar yang menerima dakwan pelanggaran yang ditujukan.

Dalam hal ini, petugas biasanya langsung memberikan surat bukti pelanggaran tanpa ada masalah dari kedua pihak.

Pelanggar pun bisa menyelesaikan proses pelanggaran yang dilakukan di tempat kejadian atau membayar denda yang harus ditanggung tanpa proses sidang.

Adapun pembayaran denda ini dilakukan melalui ATM dan bukti pembayaran ditukar di Kantor Satlantas dengan barang bukti yang disita petugas. Seperti, SIM, KTP atau STNK.

Surat Tilang Warna Merah

Ini diberikan kepada pelanggar peraturan lalu lintas yang tidak menerima atau keberatan atas tuduhan pelanggaran yang diberikan.

Itu artinya, pelanggar bisa menyampaikan pembelaannya pada sidang yang harus diikutinya. Bila pelanggar yang merasa keberatan dan ingin melakukan pembelaan, maka petugas akan memberikan surat bukti pelanggaran berwarna merah.

Dalam surat ini dinyatakan bahwa pelanggar akan mengikuti sidang untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

Jika putusan sidang terbukti tidak bersalah, maka orang tersebut bisa mengambil barang bukti yang sudah disita tanpa membayar denda.

Namun, jika terbukti bersalah, maka pelanggar harus membayar denda yang ditentukan agar bisa membawa pulang barang bukti yang sudah disita. (Red)