Saling Diam saat Ada Masalah! Ini 5 Bahaya Silent Treatment dalam Hubungan, Salah Satunya Memicu Stres

Ilustrasi - Pasangan Marahan (Foto: Pngtree)

Jaditau.id
| Ketika menjalin sebuah hubungan memang butuh upaya dan kerja keras yang lebih besar. Masalah demi masalah yang dihadapi bersama akan jadi ujian hidup yang baru. 

Maka dari itu, sangtlah penting bagi kita untuk bisa senantiasa berkomunikasi dengan jujur dan terbuka dengan pasangan menghadapi berbagai persoalan yang ada.

Namun ada baiknya untuk tidak saling diam saat ada masalah. Mendiamkan pasangan atau malah pasangan yang memilih untuk diam ketika ada masalah, pada akhirnya akan jadi bom waktu yang bisa meledak dan menghancurkan hubungan di saat yang tak terduga. 

Dengan sikap saling diam saat ada masalah dalam hubungan juga dikenal dengan istilah silent treatment. 

Melansir Jaditau.id dari laman lifehack.org, silent treatment bisa jadi sebuah pola yang menghambat komunikasi efektif. 

Kebanyakan orang yang belum paham bahayanya silent treatment. Padahal silent treatment bisa memberi dampak negatif yang buruk terhadap keutuhan hubungan.

Berikut dampak dari silent treatment;

1. 
Memicu Stres Psikologis

Dalam sejumlah kasus, silent treatment bisa menjadi bentuk manipulasi psikologis. Situasi saling diam dan mendiamkan dalam sebuah hubungan bisa meruntuhkan rasa percaya diri dan harga diri. 

Selain itu, bisa memicu kondisi stres yang lebih buruk. Karen ketiadaan kontrol dan meningkatnya rasa abai, stres bisa menumpuk jadi satu dan memperburuk kondisi mental.

2. Menyebabkan Trauma Emosional

Saat saling diam ketika ada masalah, kita akan merasa Depresi, marah, hingga frustrasi. Ada perasaan terkucilkan hingga kesepian yang menyiksa. 

Ketidakpedulian terhadap satu sama lain bisa menyebabkan trauma emosional yang sangat tidak nyaman. Ketika sebuah masalah semestinya bisa selesai dengan dibicarakan baik-baik tapi malah saling tidak peduli, kondisi emosional kita bisa memburuk.

3. Tubuh Gampang Sakit

Stres emosional yang disebabkan oleh silent treatment bisa memengaruhi kondisi fisik tubuh. Tubuh bisa jadi ikut gampang sakit ketika kita sedang stres. 

Gejala seperti sakit kepala, diare, sembelit, dan sakit perut bisa muncul ketika kita merasa tertekan karena dampak silent treatment. 

Kalau stres emosional semakin intens, bisa memicu gangguan kesehatan yang lebih parah seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyumbatan darah, dan kanker.

4. Menyebabkan Perubahan Sikap

Saat kita diabaikan oleh orang yang paling dekat dengan kita, kita bisa merasa kehilangan harga diri dan rasa percaya diri. Kita mulai menyalahkan diri sendiri di situasi yang sulit untuk kita mengerti. 

Ketika kita mulai merasa menjadi orang yang paling bersalah dalam sebuah hubungan, sikap kita akan berubah, seperti mulai menarik diri dan makin rendah diri.

5. Menghancurkan Hubungan

Saling diam ketika ada masalah merupakan salah satu masalah komunikasi. Ketika komunikasi sudah tidak terjalin dengan baik, hubungan akan sulit dipertahankan. 

Hubungan bisa putus di tengah jalan. "Perang dingin" yang berulang kali terjadi atau berlangsung dalam waktu yang lama bisa menghancurkan hubungan.

Saatnya untuk lebih peduli dan saling memahami kebutuhan masing-masing. Penting untuk bisa tetap berkomunikasi ketika ada masalah yang perlu diselesaikan bersama. 

Jangan sampai silent treatment membuat hubungan yang tadinya hangat malah putus di tengah jalan.

Nah, itulah dampak dari dari silent treatment, apakah kamu pernah mengalami seperti itu?.