Wow! Tampil dengan Flagship Mungil, Berikut Review Xiaomi 12


Jaditau.id
| Menyinggung soal ponsel flagship, kerap kali kita berhadapan dengan produk yang dibuat sebesar mungkin. Sering banget menawarkan layar yang luas untuk menampilkan keindahan UI, didukung dengan performa yang memang mampu untuk melakukannya. 

Tapi tidak banyak vendor yang tetap menyediakan versi lain dengan ukurang yang lebih nyaman digenggam dengan satu tangan, semisal Xiaomi 12 yang kami review kali ini.

Kini Xiaomi 12 series hadir secara resmi di Indonesia pada 7 April 2022 kemarin. Terdiri dari Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro dengan beberapa perbedaan. 

Informasi dari event yang digelar via online, muncul anggapan bahwa ponsel ini dibuat condong untuk memenuhi kebutuhan fotografi yang maksimum. 

Namun apakah benar demikian? Simak ulasannya.

Harga: Rp 9.999.000
Pilihan Warna: Gray (yang kami review), Purple, Blue
Paket Penjualan: Ponsel Xiaomi 12, Silicon Case, Charger adapter Ultra Charging 67W, Kabel data USB Type C, manual, kartu garansi, SIM Ejector

1. Spesifikasi Xiaomi 12

Dimensi & Berat (mm&gram) 152.7 x 69.9 x 8.2 mm / 179 gram
SIM & Jaringan Dual Nano SIM, 5G/4G LTE/HSPA+/3G/2G, WiFi
Sistem Operasi (OS) MIUI 13 berbasis Android 12
Supported storage eksternal Tidak
Layar inci – Tipe Screen 6.28 inci, 2400×1080 pixels, AMOLED, 120Hz Adaptive Sync, Dolby Vision, HDR10+, Low Blue Light Certification, Corning Gorilla Glass Victus protection
Prosesor/ CPU Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1 (4nm); Octa-core (1×3.00 GHz Cortex X2 + 3×2.5 GHz Cortex A710 + 4×1.8 GHz Cortex A510), GPU: Adreno 730
RAM & Internal Storage 8 GB RAM LPDRR5/ 256 GB ROM UFS 3.1
Kamera (MP/fitur) belakang/depan 
Belakang triple: 50 MP f/1.8 Main Camera
13 MP f/2.4 Ultra Wide Camera
5 MP Tele Macro Camera
Video: up to 1080p 60fps, 4K 60fps and 8K 24fps
Depan Single:
32 MP f/2.45
Video: 1080p@60fps
Baterai jenis (jenis) 4500 mAh Li-po (non-removable), 67W Turbo Charging

2. Fitur Xiaomi 12

Removable battery Tidak 
Fingerprint Ya
Multitouch Ya 
Dual Kamera Depan Tidak
Dual SIM Ya 
Memory external Tidak
3G HSDPA Ya 
Gyroscope Ya
4G LTE Ya 
Stereo Speaker Ya
5G Ready Ya 
4K video recording Ya
NFC Ya 
Video player Ya
USB On-the-go Ya 
Music player Ya
GPS Ya 
3.5 Audio Port Tidak

3. Plus dan Minus

Kelebihan
  • Chipset flagship dengan segala keuntungannya SD 8 Gen 1 terutama di sisi performa
  • Desain ringkas, nyaman digunakan dengan satu tangan 
  • Layar edge membuat proses browsing menu dan sosmed jadi lebih intuitif 
  • Layar AMOLED 120HZ dengan Adaptive sync refresh rate dan fitur-fitur tampilan kekinian Dolby Vision, HDR10+, HLG 
  • MIUI 13 dengan tamilan yang lebih segar dan sederhana
  • Kamera dengan kemampuan recording dan fitur bawaaan yan mempermudah editing

Kekurangan
  • Meski telah dilengkapi teknolgi pen-mbuangan panas, masih terasa peningkatan suhu yang signifikan
  • Karena layar edge, maka masih sering terjadi salah tekan terutama yang tangannya besar
  • Bagian back cover bisa tergores oleh penggunaan yang sembarangan
  • MIUI 13 mungin bukan untuk semua orang

Desain Ringkas, Enak Digenggam

Ketika semua ponsel memiliki fitur yang sama, terlebih sebuah flagship dengan jeroan yang sudah pasti telah dimaksimalkan, maka desain menjadi faktor penting. Bahkan kerap menjadi alasan utama seseorang untuk berpindah dari flagship satu ke flagship lain, dari OS satu ke OS lainnya.

Pendekatan yang dilakukan oleh Xiaomi 12 termasuk menarik. Dengan menawarkan ukuran yang lebih ringkas dibanding varian pro, ponsel ini termasuk flagship mungil dengan bentangan layar lebar sampai ke bagian tepi, atau sering disebut sebagai edge display. Sebuah desain yang pernah menjadi “seragam” flagship di beberapa tahun lalu.

Ponsel ini hanya membawa bentangan layar 6,28 inci. Perlu diingat bahwa ini layarnya sampai menjorok ke tepian kanan dan kiri. Artinya ukuran sebenar dari permukaan ponsel ini ya lebih kecil. Setara ponsel lain yang membawa layar 6 atau 6,1 inci.

Beberapa orang menyebutnya compact, bukan kompak seperti parade berbaris tapi lebih ke ringkas. Terasa pas di genggaman tangan orang dewasa. Bisa digunakan hanya dengan satu tangan, karena hampir semua sudut dapat dijangkau dengan mudah.

Layar yang sampai menjorok ke bagian sisi kanan dan kiri juga memberikan efek mewah dan cantik sekaligus. Membuatnya terlihat mahal. Namun demikian tidak sedikit yang kurang menyukai bentukan seperti ini. 

Terutama mereka yang memiliki tangan besar, karena saat menggenggam secara normal, bagian telapak tangan yang menopang ibu jari, juga kerap menyentuh layar, sehingga kadang mengaktifkan beberapa fungsi tanpa sengaja.

Sementara bagian back cover didesain dengan pendekatan yang sama dengan beberapa ponsel Xiaomi terdahulu yang sempat kami review, semisal Mi 10T ataupun Redmi Note 10 Pro. Yakni menampilkan warna tunggal dengan finishing doff, terkesan metalik namun tidak terlalu reflektif. Sehingga tidak berasa licin dan tidak mudah kotor akibat sidik jari.

Sayangnya, Anda harus sedikit berhati-hati meletakkan ponsel ini. Pasalnya, ketika dicoba disimpan dalam saku bersama kunci dan koin, kami mendapati ada bagian yang tergores, meskipun sangat minim. 

Saran kami tentu saja selalu gunakan Silicon case bawaan ponsel, atau menggunakan casing pihak ketiga agar bagian back cover tetap rapi terjaga.

Tidak ada colokan audio 3.5 mm di ponsel ini. Wajar saja karena secara tidak tertulis, ini merupakan ciri khas dari sebuah ponsel flagship. 

Namun sebagai anggota keluarga xiaomi, Xiaomi 12 tetap membawa IR blaster di bagian atas ponsel untuk mengakomodasi kebutuhan rumah pintar Mi dan fitur Mi Remote yang tertanam pada ponsel.

Menariknya, ponsel ini membawa dua speaker untuk melontarkan efek audio stereo. Berada di atas dan bawah ponsel, dalam satu posisi yang simetris. Artinya, saat ponsel diposisikan horisontal, maka lubang speaker kanan dan kiri akan sama-sama berada di ujung sudut atas, atau sama-sama di ujung sudut bawah.

Hal ini akan memberikan keuntungan ketika kita bermain game. Kita bisa memposisikan tangan agar tidak menutup lubang speaker, baik kanan maupun kiri.

Semakin menarik ketika speaker ini telah mendukung Dolby Atmos dan juga dituning oleh Harman Kardon. Berbeda dari versi Pro, Xiaomi 12 hanya membawa sepasang speaker alias dual stereo speaker, bukan 4 alias quad stereo speaker.

Layar AMOLED 120 Hz
Xiaomi 12 membawa layar dalam bentangan diagonal 6,28 inci. Kelihatannya besar, tapi sebenarnya tidak demikian. Mengingat layar ponsel memenuhi hampir seluruh permukaan depan ponsel. Bahkan sampai menjorok ke bagian tepi samping kanan dan kiri.

Tampilannya sudah pasti mencolok dengan nilai kontras yang sangat tinggi. Karena panel yang digunakan adalah AMOLED. Panel seperti ini akan memberikan warna hitam yang sangat pekat, karena cukup mematikan beberapa dot display yang bertanggung jawab menampilkan warna hitam tersebut.

Xiaomi memutuskan untuk membawa semua teknologi yang didukung oleh layar dan Chipset. Hampir semua format HDR dibawanya. 

Mulai dari dukungan Dolby Vision untuk menonton tayangan yang kompatibel, semisal Netflix. Juga mendukung tampilan HDR10+ untuk menikmati tayangan atau file film yang membawa format HDR tersebut. Juga HLG dan HDR10.

Layar ini juga membawa Color Gamut yang luas, dan juga refresh rate adaptive 120 Hz, 90 Hz dan 60 Hz. Dengan mengaktifkan adaptivesync Refresh Rate ini, sistem bisa memilih kapan layar harus diset ke 120Hz, kapan ke 60Hz sehingga bisa menghemat energi.

Berbeda dengan bagian back cover, bagian layar telah dilindungi dengan Corning Gorilla Glass Victus. Sehingga bagian layar, atau permukaan depan ponsel ini diklaim mampu bertahan dari jatuh hingga ketinggian 2 meter di atas permukaan kasar, benturan dan goresan. 

Menggoda kita untuk meletakkan ponsel tertelungkup saat di atas meja kerja atau meja makan.

MIUI 13

Xiaomi 12 menjalankan UI custom MIUI 13.0.1 berbasis Android 12. Bagi pengguna Xiaomi veteran, tampilan, tata letak dan sejumlah fitur bawaan pastinya sudah dikenali dengan baik. 

Namun bagi pengguna Xiaomi baru, mungkin harus menyesuaikan diri. Tidak membutuhkan waktu lama, karena pada dasarnya fitur yang dibawa bermaksud untuk melengkapi fitur Android 12 yang menjadi dasar dari UI ini.

Layaknya MIUI dan UI custom lain dari beberapa vendor, sejumlah iklan ditemukan ketika masuk ke fitur bawaan MIUI 13. Namun kali ini kami akui di MIUI 13 jumlahnya tidak sebanyak versi lawas dan cenderung tidak mengganggu. Setidaknya selama kami melakukan review.

Sejumlah fitur untuk meningkatkan pengalaman bermain game hadir dilengkapi tampilan yang enak dilihat serta fungsi yang disesuaikan.

Chipset Terkini, dengan LiquidCool Technology

Sebelum banyak membahas soal performa ponsel ini, perlu diketahui bahwa chipset kelas flagship terkenal menghasilkan panas yang cukup berlebih. Sejak generasi sebelumnya di Snapdragon 888, kita sudah banyak mengeluhkan hal ini ketika mereview ponsel dengan chipset yang sama.

Kini di generasi terbaru, Snapdragon 8 Gen 1, hal tersebut masih hadir menghantui. Memaksa vendor untuk memutar otak, apakah mengambil jalan Ninja dengan sistem pendinginan yang efektif, atau dengan membatasi (baca: melakukan custom pada) clock speed CPU dan GPU. 

Jalan kedua memang baru sekedar dugaan, namun dirasa efektif untuk mengurangi panas di beberapa produk ponsel dengan chipset flagship.

Xiaomi 12 sepertinya tidak mengutak-atik performa CPU dan GPU. Melainkan memilih jalan untuk menghadirkan teknologi pendinginan yang disebut LiquidCool Technology. Terdiri dari lapisan VC yang cukup besar dengan luas sekitar 2600 mm persegi dan lebih dari 10.000 heat dissipating graphite.

Saat melakukan pengetesan menggunakan benchmark sintetis Antutu, ada kenaikan suhu yang cukup signifikan. Demikian pula saat bermain game Genshin Impact dalam setingan grafis maksimum dan frame rate 60 fps. Tapi kadar panas yang dihasilkan tidak sampai membuat kita berhenti bermain. Meskipun memang fluktuasinya terasa.

Penggunaan silicon case bawaan akan membantu untuk meredam panas ini terasa dijari kita. Setidaknya sampai suhu pada layar ikut meningkat.

Snapdragon 8 Gen 1 (mobile platform) sendiri merupakan chipset berbasis ARM paling up to date yang digunakan oleh ponsel. Sudah cukup banyak flagship yang hadir di pasar Indonesia membawa chipset ini. dan rata-rata memang menemui masalah yang sama.

Chipset dengan fabrikasi 4nm ini membawa CPU 8 inti yang terdiri dari 3 cluster. Pertama ada 1 inti Cortex-X2 dengan clock speed 3GHz. Lalu ada 3 inti Cortex-A710 dengan clock speed 2.5GHz. Dan terakhir ada 4 inti Cortex-A510 dengan clock speed 1.8GHz.

Inti-inti tadi merupakan inti anyar yang menerapkan set instruksi ARMv9 menawarkan kinerja yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

Di samping CPU dengan inti anyar, chipset ini juga membawa GPU Adreno 730. Yang menurut Qualcomm memiliki peningkatan performa 30% lebih baik dari Adreno flagship sebelumnya, Adreno 660.

Lalu perbaruan juga terjadi pada jenis memori yang dibawa. Yakni tipe LPDDR5 dengan kecepatan hingga 3200MHz. Dan di Xiaomi 12 sudah tersedia besaran RAM 8GB dengan ROM tipe UFS 3.1 sebesar 256GB. Untuk RAM, Xiaomi 12 juga membawa fitur memory extension yang menambahkan 3GB RAM dari besaran ROM jika dibutuhkan.

Dari sisi performa tidak ada yang perlu diragukan lagi.

Baterai Besar dan Pengisian Daya Cepat

Xiaomi 12 membawa baterai dengan kapasitas 4500 mAh. Dengan sejumlah teknologi pengecasan cepat baik dengan kabel maupun tanpa kabel.

Dengan kabel dan adapter bawaan yang ada dalam kemasan, kita bisa melakukan pengisian daya hingga 67W. Sementara untuk wireless ia bisa mengisi daya maksimum di 50W. Tetapi Anda akan membutuhkan charger wireless yang tidak ada dalam kemasan, alias harus beli lagi. Sementara untuk reverse wireless chargingnya, ponsel ini mampu menghantarkan power sebesar 10W.

Dalam percobaan Turbo Charging, kami mendapati beberapa hal menarik. Pertama, jika dilakukan pada siang hari mampu berjalan efektif dengan grafis yang terus meningkat dan stabil sepanjang pengisian daya. Dibutuhkan sekitar 40 menit untuk mengisi penuh baterai menggunakan Turbo Charging 67W ini.

Namun ketika dicoba pada malam hari, ada fenomena di mana pengisian daya berlangsung cepat di awal lalu melambat di beberapa saat setelahnya, sebagai tanda bahwa fitur adaptive charge berjalan menyesuaikan alarm di ponsel atau kebiasaan tidur penggunanya. Tapi hal ini harus kami konfirmasi ulang ke pihak Xiaomi apakah benar demikian.

Kamera 50MP dengan 8K Video Recording

Sebagai satu pembeda dengan produk varian Pro, Xiaomi 12 membawa kamera dengan konfigurasi 3 kamera berbeda resolusi dan fungsi. Ponsel ini membawa satu kamera 50MP sebagai kamera utama dengan bukaan besar f/1.88. Merupakan kamera dengan sensor Sony IMX 766, sensor yang populer hadir di ponsel flagship sejak 2 tahun belakangan, memiliki ukuran besar, sekitar 0,7 inci atau 1/1.56”. Dengan spek demikian kamera utama ini mampu meraih cahaya dengan baik, khas sebuah kamera flagship.

Kamera 50MP ini kemudian ditemani oleh 2 kamera lain, yakni kamera ultra wide dengan resolusi 13MP dan telemacro 5MP.

Akan banyak yang bisa dibahas di sisi kamera ini, untuk itu akan ada tulisan khusus untuk mereview kamera, dari fitur hingga hasilnya. Lengkap juga dengan hasil rekam video. Yang pasti secara default kamera utama atau kamera belakang ponsel ini mampu menangkap video dalam resolusi 1080p di 30fps. Tapi kita bisa mengubah setingannya untuk dapat menangkap tayangan pada resolusi 1080p di 60fps.

Bagaimana dengan 4K dan 8K. untuk 4K, kamera ponsel ini bisa merekamvideo hingga frame rate 60 fps. Mumpuni untuk membuat video sinematis dalam resolusi tinggi, atau menangkap video dalam posisi landscape yang bisa diedit menjadi vertikal untuk tiktok misalnya, tanpa kehilangan kualitas. Dengan frame rate yang halus untuk disesuaikan kebutuhan aplikasi sosial media. Dalam resolusi ini kita bisa merekam video dengan format HDR 10+ untuk ditayangkan di TV yang kompatibel dengan warna seindah aslinya.

Sementara untuk 8K, hanya mampu merekam di frame rate 24 fps saja. Dapat dimengerti dan masih cocok untuk digunakan merekam video serius semisal untuk kebutuhan dokumentasi wedding atau web series. Tapi dengan memori yang ada kita mungkin hanya bisa merekam video 8K selama 6 menitan saja.

Ada fitur Steady Video. Yang terdiri dari 2 level, yakni steady video dan steady video pro, yang akan berupaya mengirangi goyangan atau getaran saat menangkap video. Yang mungkin hadir akibat gerakan pengguna, semisal saat merekam sambil berjalan.

Saat Steady Video dan Steady Video Pro aktif, kita akan dipaksa untuk merekam video maksimal di resolusi 1080p 30fps saja. Perbedaan antara kedua level steady ini ada pada besaran croppingan video yang dilakukan sistem. Jadi sudut steady Pro akan lebih sempit dari Steady Video biasa.

Sementara untuk kamera depan, Xiaomi 12 membawa kamera tunggal yang tertanam pada display dengan resolusi 32MP. Juga dengan kemampuan rekam 1080p maksimal di 60fps, lengkap dengan format warna HLG dan HDR10+.

Kesimpulan

Sebagai flagship, Xiaomi 12 sangat menggoda karena ukuran dan desain display yang mengingatkan kita pada flagship-flagship di tahun 2020-an. Karena memanjakan mata juga nyaman saat digunakan dengan satu tangan. Sejumlah fitur yang dikorbankan, jika dibandingkan dengan varian PRO, masih bisa diterima dengan logika dan tidak mengurangi kesan flagship yang dibawa.

Jika budget Anda untuk membeli ponsel flagship ada di angka 10 juta ke bawah, rasanya Xiaomi 12 sudah layak masuk dalam target pembelian Anda. Meskipun di situ ada pesaing yang siap memberikan perlawanan, secara FEELS Xiaomi 12 masih dapat bersaing dengan baik.


Sumber: Tabloidpulsa.id